Mufradat Mukasurat 14 (Baqarah 89 – 93)

Mufradat mukasurat 14 (14 Mufradat baru)

4C2A8BD4-E49C-428F-878A-6AA17EA3479F

Ayat 2:89

Mufradat 638: kalimah مُصَدِّقٌ adalah dalam bentuk isim sifat dan ia bermaksud ‘membenarkan‘.

Ia di dalam format Wazan II (فعّل)

Kata dasar sama dengan Mufradat 190 (Baqarah:23): ص د ق yang bermaksud bercakap benar, membenarkan apa yang dikatakan orang, memenuhi janji, percaya kepada seseorang, beri sedekah, pujian.

Kata dasar ini digunakan sebanyak 155 kali di dalam Al-Qur’an.

Jadi kita sudah lihat beberapa kalimah yang menggunakan kata dasar ini:

Kalimah صٰدِقِين (orang-orang yang benar) dalam Baqarah:23

Kalimah مُصَدِّقًا (membenarkan) dalam Baqarah:41

Dan sekarang kita melihat kalimah مُصَدِّقٌ (membenarkan)

 

Mufradat 639: kalimah يَستَفتِحُونَ adalah dalam bentuk fi’il mudhari’ jamak dan ia bermaksud ‘mereka meminta kemenangan‘.

Ia di dalam format Wazan X (استفعل)

Kata dasar sama dengan Mufradat 563 (Baqarah:76): ف ت ح yang bermaksud membuka, menjelaskan, memberi, kejayaan, menakluk, menghakimi, buat keputusan, meminta bantuan, meminta kejayaan, kunci, harta.

Kata dasar ini digunakan sebanyak 38 kali di dalam Al-Qur’an.

Jadi kita sudah lihat beberapa kalimah yang menggunakan kata dasar ini:

Kalimah َفَتَح (dia telah membuka) dalam Baqarah:76

Dan sekarang kita melihat kalimah يَستَفتِحُونَ (mereka meminta kemenangan)

 

Mufradat 640: kalimah عَرَفُوا adalah dalam bentuk fi’il madhi jamak dan ia bermaksud ‘mereka telah mengenali‘.

Kata dasar: ع ر ف yang bermaksud tahu, kenal, dapat membezakan, wangian, mengenalkan diri, mendapatkan ilmu, tempat yang ditinggikan, bertanya tentang sesuatu, mulia, kebaikan, kebiasaan masyarakat.

Kalimah arif, ta’aruf, ma’ruf, padang Arafah, nama Surah al-A’raf, ilmu makrifat, uruf diambil dari kata dasar ini.

Kata dasar ini digunakan sebanyak 70 kali di dalam Al-Qur’an.


 

Ayat 2:90

Mufradat 641: kalimah بِئسَ adalah dalam bentuk madhi dan ia bermaksud ‘buruk sangat‘.

Kata dasar: ب أ س yang bermaksud kuat, nasib buruk, kemiskinan, buruk, teruk, jahat, hukuman, ujian, keberanian.

Kata dasar ini digunakan sebanyak 73 kali di dalam Al-Qur’an.

 

Mufradat 642: kalimah يَڪفُرُوا adalah dalam bentuk fi’il mudhari’ mansub dan ia bermaksud ‘mereka kufur’.

Kata dasar sama dengan Mufradat 55 (Baqarah:6): ك ف ر yang bermaksud menutup, menyorokkan, menolak, ingkar, tidak percaya, tidak berterima kasih, tidak beriman, kuda hitam, malam yang gelap, petani.

Kata dasar ini digunakan sebanyak 525 kali di dalam Al-Qur’an.

Jadi kita sudah lihat beberapa kalimah yang menggunakan kata dasar ini:

Kalimah كَفَرُوا (mereka telah kufur) dalam Baqarah:6

Kalimah كافِرِين (orang-orang kufur) dalam Baqarah:19

Kalimah تَكفُرُونَ (kamu sedang kufur) dalam Baqarah:28

Kalimah كَافِرِ (yang menutup, kufur) dalam Baqarah:41

Kalimah كُفرِ (pengingkaran) dalam Baqarah:88

Dan sekarang kita melihat kalimah يَڪفُرُوا (mereka kufur)

 

Mufradat 643: kalimah بَغيًا adalah dalam bentuk isim dan ia bermaksud ‘dengki‘.

Kata dasar: ب غ ي yang bermaksud mengejar sesuatu, ingin kepada sesuatu, berusaha untuk mendapatkan sesuatu (dengan cara baik atau buruk), mencintai sesuatu, melampau dapat mendapatkan sesuatu, tidak taat, menderhaka, melebihi had, tidak benar, pelacur atau wanita tidak baik.

Kata dasar ini digunakan sebanyak 96 kali di dalam Al-Qur’an.

 

Mufradat 644: kalimah يُنَزِّلَ adalah dalam bentuk fi’il mudhari’ dan ia bermaksud ‘dia menurunkan’.

Ia di dalam format Wazan II (فعّل)

Kata dasar sama dengan Mufradat 46 (Baqarah:4): ن ز ل yang bermaksud turun, terjadi, tetap di satu tempat, tempat tinggal.

Kata dasar ini digunakan sebagai 293 kali di dalam Al-Qur’an.

Jadi kita sudah jumpa beberapa kalimah yang menggunakan kata dasar ini:

Kalimah آُنزِلَ (telah diturunkan) dalam Baqarah:4

Kalimah َأنزَل (telah menurunkan) dalam Baqarah:22

Kalimah نَزَّل (telah turunkan) dalam Baqarah:23

Dan sekarang kita melihat kalimah يُنَزِّلَ (dia menurunkan)

 

Mufradat 645: kalimah عِبَادِ adalah dalam bentuk isim jamak dan ia bermaksud ‘hamba-hamba‘.

Kata dasar sama dengan Mufradat 15 (Fatihah:5): ع ب د yang bermaksud melayan, melakukan ibadah, mengagungkan, taat dengan kerendahan hati, meluluskan, ketaatan, hamba, menghambakan.

Kata dasar ini digunakan sebagai 275 kali di dalam Al-Qur’an.

Jadi kita sudah jumpa beberapa kalimah yang menggunakan kata dasar ini:

Kalimah نَعبُدُ (kami menyembah) dalam Fatihah:5

Kalimah اعبُدُوا (‘hambakanlah, beribadatlah’) dalam Baqarah:21

Kalimah عَبدِ (hamba) dalam Baqarah:23

Kalimah تَعْبُدُونَ (kamu menghambakan diri) dalam Baqarah:83

Dan sekarang kita melihat kalimah عِبَادِ (hamba-hamba)

 

Mufradat 646: kalimah مُهِين adalah dalam bentuk isim sifat dan ia bermaksud ‘yang memalukan‘.

Kata dasar: ه و ن yang bermaksud menjadi ringan, jahat, hutang, senyap, jadi lemah, lembut, penghinaan, membantu, benci, mengutuk, dihina.

Kata dasar ini digunakan sebanyak 26 kali di dalam Al-Qur’an.


 

Ayat 2:91

Mufradat 647: kalimah وَرَاءَ adalah dalam bentuk isim dzarf makan (tempat) dan ia bermaksud ‘selainnya‘.

Kata dasar: و ر ي yang bermaksud menjadikan api, mengatakan sesuatu tapi bermaksud yang lain, menyorok, di belakang penghadang, pengikut.

Kata dasar ini digunakan sebanyak 32 kali di dalam Al-Qur’an.

 

Mufradat 648: kalimah لِمَ adalah dalam bentuk harf dan ia bermaksud ‘kenapa‘.

 

Mufradat 649: kalimah أنبِيَاءَ adalah dalam bentuk isim jamak bagi نبى dan ia bermaksud ‘para Nabi‘.

Kata dasar sama dengan Mufradat 270 (Baqarah:31): ن ب أ yang bermaksud yang bersifat tinggi, memberitahu, menjelaskan, bercakap dengan suara yang senyap, nabi, datang, maklumat, penerangan, berita, cerita dan lain-lain.

Kata dasar ini digunakan sebanyak 160 kali di dalam Al-Qur’an.

Jadi kita sudah jumpa beberapa contoh kata dasar ini digunakan dalam Al-Qur’an:

Kalimah أَنۢبِـُٔوا (kamu beritahulah) dalam Baqarah:31

Kalimah أَنۢبِـأ (engkau beritahulah) dalam Baqarah:33

Kalimah َنَبِيِّن (para Nabi) dalam Baqarah:61

Dan sekarang kita melihat kalimah أنبِيَاءَ (para Nabi)


 

Ayat 2:93

Mufradat 650: kalimah اسمَعُوا adalah dalam bentuk fi’il amar jamak dan ia bermaksud ‘kamu dengarlah‘.

Kata dasar sama dengan Mufradat 64 (Baqarah:7): س م ع yang bermaksud: mendengar.

Kata dasar ini digunakan sebanyak 185 kali dalam Al-Qur’an.

Jadi kita telah melihat beberapa contoh kata dasar ini di dalam Al-Qur’an:

Kalimah ٌسَمْع (pendengaran) dalam Baqarah:7

Kalimah يَسمَعُونَ (mereka mendengar) dalam Baqarah:75

Dan sekarang kita melihat kalimah اسمَعُوا (kamu dengarlah)

 

Mufradat 651: kalimah سَمِعُ adalah dalam bentuk fi’il madhi dan ia bermaksud ‘dia telah mendengar‘.

Kata dasar sama dengan Mufradat 64 (Baqarah:7): س م ع yang bermaksud: ‘telah mendengar’.

Kata dasar ini digunakan sebanyak 185 kali dalam Al-Qur’an dalam 10 bentuk.

Jadi kita telah melihat beberapa contoh kata dasar ini di dalam Al-Qur’an:

Kalimah ٌسَمْع (pendengaran) dalam Baqarah:7

Kalimah يَسمَعُونَ (mereka mendengar) dalam Baqarah:75

Kalimah اسمَعُوا (kamu dengarlah) dalam Baqarah:93 di atas

Dan sekarang kita melihat kalimah سَمِعُ (dia telah mendengar)

 

Mufradat 652: kalimah عَصَينَا adalah gabungan عَصَا dan نحح yang bermaksud ‘kami engkar’. Kalimah عَصَا di dalam bentuk fi’il madhi dan ia bermaksud ‘telah engkar‘.

Kata dasar sama dengan Mufradat 476 (Baqarah:61): ع ص ي yang bermaksud melawan, ingkar, tidak taat, menolak, melebihi had.

Kata dasar ini digunakan sebanyak 32 kali di dalam Al-Qur’an.

Jadi kita telah melihat beberapa contoh kata dasar ini di dalam Al-Qur’an:

Kalimah عَصَوا (‘mereka telah derhaka’, ‘mereka telah tidak taat’) dalam Baqarah:61

Dan sekarang kita melihat kalimah عَصَا (telah engkar)

 

Mufradat 653: kalimah أشرِبُوا adalah dalam bentuk fi’il madhi majhul (bentuk pasif) dan ia bermaksud ‘mereka telah diminumkan‘. Atau ‘dimasukkan’ kalau dalam konteks ayat ini.

Ia di dalam format Wazan IV (أفعل)

Kata dasar sama dengan Mufradat 450 (Baqarah:60): ش ر ب yang bermaksud minum, telan, tenggelam, menyerap, masa minum, tempat minum, meminum, minuman.

Kata dasar ini digunakan sebanyak 39 kali dalam Al-Qur’an.

Jadi kita telah melihat beberapa contoh kata dasar ini di dalam Al-Qur’an:

Kalimah مَشرَب (tempat minum) dalam Baqarah:60

Kalimah اشرَبُوا (kamu minumlah) juga dalam Baqarah:60

Dan sekarang kita melihat kalimah أشرِبُوا (mereka telah diminumkan)

 

Allahu a’lam. Sambung ke mukasurat yang seterusnya.

Kemaskini: 8 Ogos 2021

Published by

CelikTafsir

Blog mentafsir Quran berdasarkan fahaman Sunnah dan salafussoleh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s